Laporan praktikum tanaman timun

LAPORAN LENGKAP PRAKTEK INTEGRASI TANAMAN TIMUN (Cucumis Sativus)

 

 

 

 

 

 

 

KELOMPOK 15

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS TADULAKO

PALU

2020

LAPORAN LENGKAP PRAKTEK INTEGRASI TANAMAN TIMUN (Cucumis Sativus)

 

Disusun sebagai Salah Satu Syarat untuk

Menyelesaikan Matakuliah

di Fakultas Pertanian Universitas Tadulako

Oleh

Taufiqqurrahman (E28118226)

I’in Apriany Lalusu (E28118435)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS TADULAKO

PALU

2020

RINGKASAN

Kelompok 15 Laporan Lengkap Praktek Integrasi Tanaman Timun Di Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu

            Budidaya tanaman adalah suatu proses menghasilkan bahan pangan dan berbagai produk agroindustri lainnya dengan memanfaatkan sumberdaya tumbuhan. Yang menjadi objek budidaya tanaman ini antara lain tanaman hortikultura, tanaman pangan dan tanaman perkebunan.

Timun (Cucumis Sativus) adalah tanaman sayuran yang banyak manfat dan kegunaannya antara lain sebagai bahan makanan, bahan obat-obatan, dan bahan kosmetika. Sebagai bahan makanan, timun mengandung zat gizi antara lain kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, serat dan air.

Timun adalah tanaman sayuran buah semusim tumbuh menjalar, berbentuk semak atau perdu bisa mencapai tinggi 2 meter. Akar berbentuk tunggang dan berair, batang lunak dan berair, daun berbentuk bulat dengan ujung daun runcing berganda, berbulu halus dan tulang daun menjari.

Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanamn atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik.

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan Rahmat dan Hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini dengan  judul “Laporan Lengkap Praktek Integrasi Tanaman Timun’. Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelsaikan matakuliah Budidaya Tanaman.

Selama Pelaksanaan praktikum ini penulis banyak mendapat arahan, bimbingan, saran serta dorongan dari berbagai pihak sehingga pelaksanaan praktikum dan penulisan laporan ini dapat terseleaikan dengan baik dan benar. Oleh karenanya, dengan kerendahan hati penyusun ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1.        Dr. Ir. H. Usman Made, MP. Selaku dosen penanggung jawab praktikum matakuliah Budidaya Tanaman.

2.        Usman Yulianto, SP. Selaku asisten penanggung jawab praktikum matakuliah Budidaya Tanaman.

3.        Usman Yulianto, SP. Selaku asisten pendamping praktikum matakuliah Budidaya Tanaman.

Akhir kata, semoga Tuhan memberikan imbalan yang setimpal atas kebaikan dan jasa-jasa mereka, serta tulisan ini mendapat ridha-Nya dan bermanfaat bagi semua pihak.

 

Palu, April 2020

 

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman                                                                                                                    

HALAMAN SAMPUL..............................................................................             i

HALAMAN JUDUL.................................................................................            ii

LEMBAR PENGESAHAN......................................................................           iii

RINGKASAN............................................................................................           iv

KATA PENGANTAR..............................................................................            v

DAFTAR ISI..............................................................................................           vi

DAFTAR TABEL       ..............................................................................         viii

DAFTAR LAMPIRAN.............................................................................         ix

 

1. PENDAHULUAN

     1.1  Latar Belakang.................................................................................            1

     1.2  Tujuan ..............................................................................................            2

     1.3  Manfaat ...........................................................................................            2

II. TINJAUAN PUSTAKA   

2.1  Landasan Teori.................................................................................            3

       2.1.1 Klasifikasi dan Botani Tanaman Timun (Cucumis Sativus)....          3

       2.1.2 Syarat Tumbuh Tanaman Timun (Cucumis Sativus)................            4

       2.1.3 Pupuk dan Pemupukan............................................................            4

 

III. METODE PRAKTIKUM

    3.1  Tempat dan Waktu.........................................................................            6

    3.2  Alat dan Bahan...............................................................................            6

    3.3  Cara Kerja.......................................................................................            6

      3.4  Variabel Pengamatan......................................................................            7

             3.4.1 Komponen Tumbuh................................................................            7

 

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

 

     4.1 Komponen Tumbuh...........................................................................            8

           4.1.1 Tinggi Tanaman........................................................................            8

                    4.1.1.1 Hasil.............................................................................            8

                    4.1.1.2 Pembahasan..................................................................            8

      4.1.2 Jumlah Daun.................................................................................          10

                    4.1.2.1 Hasil.............................................................................        10

                    4.1.2.2 Pembahasan..................................................................        10

 

V. PENUTUP

 

     5.1 Kesimpulan........................................................................................          12

     5.2 Saran..................................................................................................          12

 

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BIODATA PENYUSUN

DAFTAR TABEL

No.                                                      Teks                                                Halaman

1.        Tabel 1. Pengamatan Tinggi Tanaman.................................................       8

2.        Tabel 2. Pengamatan Jumlah Daun.......................................................     10

DAFTAR LAMPIRAN

No.                                                      Teks                                                Halaman

1.        Dokumentasi Praktek Lapangan.........................................................     14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang        

Tanaman mentimun (Cucumis Sativus) termasuk dalam tanaman merambat yang merupakan salah satu jenis tanaman sayuran dari keluarga Cucurbitaceae. Pembudidayaan mentimun meluas ke seluruh dunia, baikdi daerah beriklim panas (tropis) maupun sedang (sub-tropis). Di Indonesia tanaman mentimun banyak ditanam di dataran rendah.

Prospek budidaya mentimun (Cucumis Sativus) di Indonesia sangat baik karena mentimun banyak digemari oleh masyarakat. Permintaan terhadap komoditas ini dalam jumlah besar dan berkesinambungan. Kebutuhan buah mentimun ini akan meningkat terus sejalan dengan kenaikan jumlah penduduk, kenaikan taraf hidup masyarakat, tingkat pendidikan masyarakat dan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya nilai gizi.

Mentimun merupakan salah satu jenis sayuran buah yang sangat potensial dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang. Dengan melihat potensi pada buah mentimun, maka pengembangan mentimun memiliki peluang bisnis yang sangat cerah. Kuatnya pasaran mentimun juga dapat dilihat dari pertumbuhan dan perkembangan perusahaan industri pengolahan mentimun menjadi berbagai bentuk produk olahan, misalnya acar, asinan, jus dan lain-lain.

1.2       Tujuan

            Adapun tujuan dilaksanakan praktikum ini adalah untuk mengetahui teknik pembudidayaan tanaman mentimun, secara tepat, baik, dan benar, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman mentimun.

1.3       Manfaat

            Adapun manfaat yang telah diperoleh melalui praktikum ini adalah dapat mengetahui teknik pembudidayaan tanaman mentimun, secara tepat, baik, dan benar, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman mentimun.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1       Landasan Teori

2.1.1    Klasifikasi dan Botani Tanaman Timun (Cucumis Sativus)

            Tanaman timun jika di klasifikasikan yaitu berada pada divisi spermatophyta (tanaman berbiji), sub divisi angiospermae (biji berada di dalam buah), kelas dycotyledonae, ordo cucurbitales, famili cucurbitaeae, genus cucumis, spesies cucumis sativus (Ovi R., 2016).

            Tanaman mentimun berakar tunggang. Akar tunggalnya tumbuh lurus ke dalam tanah sampai kedalaman sekitar 20 cm. Tanaman mentimun dapat di tanam di daratan rendah sampai tinggi. Mentimun termasuk tanaman semusim (annual) yang bersifat menjalar atau memanjat dengan perantaran pemegang yang berbentuk pilin spiral. Batangnya basah serta berbuku-buku. Tinggi tanaman mentimun dapat mencapai 50 cm – 250 cm, bercabang dan yang tumbuh di sisi tangkai daun. Buah berbentuk bulat panjang berwarna hijau gelap, tidak berongga dan sedikit berduri ± Panjang buah 24,5−30 cm dan diameter buah 4 cm (Wira R. F. L., 2016).

        Umur 32−42 hari setelah pindah tanam. Daun mentimun berbentuk bulat dengan ujung daun runcing berganda dan bergigi, berbulu halus, memiliki tulang daun menyirip dan bercabang-cabang, kedudukan daun tetap. Mentimun berdaun tunggal, bentuk, ukuran dan kedalaman lekuk daun mentimun bervariasi. Bunga mentimun merupakan berbunga sempurna. Bunga mentimun bentuk terompet terdiri dari tangkai bunga dan benang sari. Kelopak bunga berjumlah 5 buah, mahkota bunga terdiri dari 5-6 buah, berwarna kuning terang dan berbentuk bulat, bunga mentimun merupakan bunga sempurna (Wira R. F. L., 2016).

2.1.2    Syarat Tumbuh Tanaman Timun (Cucumis Sativus)

            Tanaman mentimun mempunyai daya adaptasi cukup luas terhadap lingkungan tumbuhnya. Di Indonesia mentimun dapat di tanam di dataran rendah dan daratan tinggi yaitu sampai ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut.  Di daerah tropika seperti di Indonesia keadaan suhu udara di tentukan oleh tinggi permukaan laut. Cahaya merupakan faktor yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman mentimun, karena penyerapan unsur hara akan berlangsung dengan optimal jika pencahayaan berlangsung antara 8 jam – 12 jam/hari. Kelembaban relatif udara yang di butuhkan tanaman mentimun jepang untuk pertumbuhan antara 50 – 85 %, sementara curah hujan optimal yang diinginkan tanaman ini antara 200 – 400 mm/bulan. Curah hujan yang terlalu tinggi tidak baik untuk pertumbuhan tanaman mentimun jepang, terlebih pada saat mulai berbunga karena curah hujan yang tinggi akan banyak menggugurkan bunga, jarak tanaman 30 cm x 30 cm (Wira R. F. L., 2016).

2.1.3    Pupuk dan Pemupukan

            Dalam budidaya tanaman timun diperlukan pupuk dan pemupukan. Pupuk yang di berikan dapat berupa pupuk organik atau bahan-bahan oraganik. Bahan organik yang umumnya digunakan sebagai pupuk organik adalah pupuk kandang dan kompos bokasi. Pupuk kandang mengandung unsur hara yang lengkap 1% N, 2,8% P2 O5 dan 0,4% K2 O serta unsur-unsur mikro. Sedangkan kompos mengandung unsur hara yang bervariasi tergantung bahan kompos yang digunakan. Salah satu kompos bokasi mengandung 4, 96% N 0,34% P, 1,90% K 30, 20%. kecukupan unsur hara sangat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Salah satu unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak adalah fosfor. Fosfor dibutuhkan tanaman   untuk merangsang perkembangan akar halus sehingga akar mempengaruhi kapasitas akar dalam menyerap unsur hara di dalam tanah, selain itu juga sebagai sumber energi untuk aktivitas seluruh proses metabolisme tanaman antara lain untuk pembentukan buah yang berpengaruh terhadap produksi tanaman (Aresta G., dkk., 2018).

BAB III

METODE PRAKTIKUM

3.1       Tempat dan Waktu

Praktikum Budidaya Tanaman Tentang Budidaya Tanaman Timun dilaksanakan di Kebun Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu. Pada tanggal 15 Februari 2020 sampai 02 Mei 2020 pukul 07:00 WITA sampai dengan selesai.

3.2       Alat dan Bahan

            Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah pacul, kayu, tali rafia, meteran, tiang ajir (bambu), dan tangki semprot. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah benih tanaman timun, pupuk kandang ayam, pupuk NPK, dan air.

3.3       Cara Kerja

            Pertama-tama siapkan alat-alat yang akan digunakan untuk melakukan sanitasi yaitu pacul. Sanitasi dilakukan untuk membersihkan gulma dan segala bentuk sesuatu yang nantinya akan mengganggu proses budidaya. Setelah lahan telah bersih dari gulma hal selanjutnya yang dilakukan adalah membentuk bedengan dengan ukuran 2x3 meter.

Selanjutnya pemberian pupuk kandang ayam yang di campur rata dengan bedengan. Kemudian melakukan penanaman diawali dengan merendam benih dengan air biasa sekaligus menyeleksi benih yang baik dengan cara membuang benih yang terapung diatas permukaan air tersebut, setelah dilakukan perendaman maka benih siap tanam. Sebelum benih ditanam, buatlah lubang tanam yang disesuaikan dengan jarak tanam yaitu 60 x 40 cm, kemudian letakkan benih pada tiap lubang maksimal 2 benih pada setiap lubang tanam. Setelah itu lakukan penyiraman pagi, maupun sore. Setelah tiga hari benih mulai muncul keatas permukaan tanah, terus lakukan penyiraman.

            Setelah 10 HST, berikan ajir (bambu) dengan cara menancapkan di tanah samping tanaman (jangan terlalu dekat), hal ini bertujuan untuk membantu tanaman tumbuh (merambat) keatas. Jika keadaan tanah kering, lakukanlah penyiraman sekaligus memperhatikan gulma bagian bedengan dengan cara mencabutnya khususnya sekitar pohon tanaman. Pada umur 21 HST lakukanlah pengamatan dengan cara mengukur tinggi tanaman, dan jumlah daun. Selanjutnya hal yang sama dilakukan pada 28 HST dan 35 HST. Pada saat panen ( + 70 HST), lakukan pengamatan dengan cara menghitung atau menimbang jumlah berat segarnya.

3.4       Variabel Pengamatan

3.4.1    Komponen Tumbuh

            Dalam praktikum kali ini ada variabel pengamatan yang harus diamati yaitu komponen tumbuh tanaman khususnya tanaman timun yaitu pada pertumbuhan dan perkembangannya dengan cara mengukur tinggi tanaman dan jumlah helai daun pada tanaman yang pengamatan awal dimulai pada 21 HST, selanjutnya 28 HST dan 35 HST. 

                                                                                 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1       Komponen Tumbuh

4.1.1    Tinggi Tanaman

4.1.1.1 Hasil

            Adapun hasil dari praktik integrasi tanaman timun adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Hasil Pengamatan Tinggi Tanaman Timun

No.

Perlakuan

Ulangan

Rata-rata

I

II

III

1.

11

21,83

37,5

53,5

37,6

2.

12

32,2

76,5

99,5

69,4

3.

13

28

69

91,67

62,9

4.

14

17,33

40,33

40,83

32,8

5.

15

12,73

38,22

42,5

31,2

6.

16

35

81

139,66

85,2

7.

17

31,16

70,83

111,33

71,1

8.

18

48,5

94,5

152,83

98,6

9.

19

49,66

105,83

165,5

107,0

10.

20

41

85,5

106,8

77,8

11.

21

35,66

88

127,66

83,8

12.

22

12,33

34,66

72,66

39,9

13.

23

19,33

41,5

 

30,4

Rata-rata

 

 

 

63,7

 

4.1.1.2 Pembahasan

            Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan maka diperoleh hasil rata-rata tertinggi berdasarkan 3x ulangan dari perlakuan 19, sementara rata-rata terendah diperoleh melalui perlakuan 23. Pada kolom yang berwarna merah sengaja dikosongkan karena pada perlakuan 23 tidak dilakukan ulangan atau pengamatan yang ke 3. Hal tersebut merupakan suatu kesalahan yang secara tidak sengaja dilakukan karena situasi dan kondisi. Perbandingan rata-rata antara perlakuan yang satu dan perlakuan lainnya ada yang sangat berbeda jauh, hal ini karena teknik maupun orang pembudidaya tanaman tersebut pada saat proses perawatan tanaman yang berbeda-beda, kemudian ditemukan pula gangguan maupun kerusakan pada tanaman hingga kematian yang salah satu penyebabnya adalah pemberian pupuk yang jarak antara letak pupuk dengan tanaman itu sendiri yang terlalu dekat. Tinggi tanaman dapat dipengaruhi oleh pupuk khususnya unsur P dan unsur K.

            Hal tersebut sesuai dengan penelitian Wahyu W. D., (2016), bahwa Kalium berperan sebagai aktivator berbagai enzim yang esensial dalam reaksi – reaksi fotosintesis dan respirasi serta enzim yang terlibat dalam sintesis protein dan pati. Unsur P yang tinggi yang dapat menyusun aenosin triphosphate (ATP) yang secara langsung berperan dalam proses penyimpanan dan transfer energi yang terkait dalam proses metabolism tanaman serta berperan dalam peningkatan komponen hasil.

Peningkatan bobot tanaman diduga dipengaruhi oleh serapan hara N, P, K, dimana serapan hara tersebut mempengaruhi proses fotosintesis sehingga tanaman mentimun memiliki batang, daun, dan cabang yang kokoh. Semakin tinggi serapan hara N, P, K, maka akan semakin tingi pula bobot tanaman mentimun. Hal ini diduga karena adanya hubungan eret antar kadar N, P, K, dengan bobot tanaman timun (Agung A, W., dkk., 2015). 

4.1.2    Jumlah Daun

4.1.2.1 Hasil

            Adapun hasil dari praktik integrasi tanaman timun adalah sebagai berikut :

Tabel 2. Hasil Pengamatan Jumlah Daun Tanaman Timun

No.

Perlakuan

Ulangan

Rata-rata

I

II

III

1.

11

7

9

23,3

13,1

2.

12

7,3

15,2

34,5

19

3.

13

6,5

14,67

31,5

17,6

4.

14

6,33

10,83

12

9,7

5.

15

6,83

14,17

12

11

6.

16

9

22,83

53,33

28,4

7.

17

7,33

14,83

35,33

19,2

8.

18

9,16

24,66

57

30,3

9.

19

9,83

60,83

60,83

43,8

10.

20

8,6

20,5

41,8

23,6

11.

21

8,66

23,5

53,66

28,6

12.

22

6,16

13,33

24,5

14,7

13.

23

7,33

8,5

 

7,9

Rata-rata

 

 

 

20,5

 

4.1.2.2 Pembahasan

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan maka diperoleh hasil rata-rata tertinggi berdasarkan 3x ulangan dari perlakuan 19, sementara rata-rata terendah diperoleh melalui perlakuan 23. Pada kolom yang berwarna merah sengaja dikosongkan karena pada perlakuan 23 tidak dilakukan ulangan atau pengamatan yang ke 3. Hal tersebut merupakan suatu kesalahan yang secara tidak sengaja dilakukan karena situasi dan kondisi. Perbandingan rata-rata antara perlakuan yang satu dan perlakuan lainnya ada yang sangat berbeda jauh, hal ini karena teknik maupun orang pembudidaya tanaman tersebut pada saat proses perawatan tanaman yang berbeda-beda, kemudian ditemukan pula gangguan maupun kerusakan pada tanaman hingga kematian yang salah satu penyebabnya adalah pemberian pupuk yang jarak antara letak pupuk dengan tanaman itu sendiri yang terlalu dekat. Jumlah daun pada tanaman dapat dipengaruhi oleh pupuk khususnya unsur N.

            Hal yang sama juga dikemukakan dalam penelitian Wahyu W. D., (2016), bahwa unsur N yang dapat mendorong pertumbuhan organ – organ yang berkaitan dengan fotosintesis yaitu daun.

            Pemberian pupuk NPK memilki rata-rata tinggi tanaman yang lebih besar dan berbeda nyata dengan perlakuan yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian pupuk N, P dan K membantu tanaman dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatifnya (Ida Setya W, A., 2017).

BAB V

PENUTUP

5.1       Kesimpulan

            Berdasarkan hasil praktikum yang telah diperoleh maka dapat di tarik kesimpulan bahwa :

1.        Pertumbuhan dan perkembangan tanaman timun rata-rata tumbuh dengan baik dilahan praktik integrasi.

2.        Pertumbuhan dan perkembangan tanaman timun sebagian besar dipengaruhi oleh pemberian pupuk khususnya unsur N, P, dan K.

3.        Pupuk unsur N sebagian besar mempengaruhi pembentukan daun pada tanaman, sementara unsur P dan unsur K berpengaruh pada pertambahan tinggi tanaman dan memperkokoh batang serta ranting tanaman.

5.2       Saran

Agar praktikum selanjutnya menjadi lebih baik maka sebaiknya pada saat proses pembudidayaan tanaman untuk lebih memperhatikan ataupun merawat tanaman, baik dalam hal pemupukan maupun hal lainnya, lebih khususnya lagi memperkirakan jarak yang ideal antara letak pemberian pupuk dengan tanaman itu sendiri. 

DAFTAR PUSTAKA

Aresta Ginting, Retni Mardu Hartati, Sri Manu Rochmiyati. 2018. Pengaruh Berbagai Jenis Media Tanam dan Dosis Pupuk P Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Timun. JURNAL AGROMAST. Vol : 3(2).

Agung Ade Wijaya, Jamalam Lumbanraja, Yohanes C. Ginting. 2015. Uji Efektivitas Pupuk Organonitrofos dan Kombinasinya Dengan  Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan, Serapan Hara dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Pada Musim Tanam Kedua Di Tanah Ultisol Gedung Meneng. Jurnal Agrotek  Tropika. Vol. 3(3). Hal. 409-421.

Ernawati, R., I. D. Hasanah dan Agusni. 2015. Pengaruh pemberian pupuk NPK multiorganik pada tiga kultivar cabai merah. Prosiding Konggres Nasional HITI VII. Himpunan Ilmu Tanah Indonesia. 793-800.

Hakim, N., M. Y. Nyakpa, A. M. Lubis, Sutopo, G. N., M. R. Saul, M. A. Diha, G. B. Hong dan H. Bailey. 2016. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Ida Setya Wahyu Atmaja. 2017. Pengaruh Uji Minus One Test Pada Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Mentimun. Jurnal Logika. Vol. 19(1).

Ovi Rukmana. 2016. Pengaruh Berbagai Suhu Penyimpanan dan Jenis Kemasan Terhadap Karakteristik Mentimun (Cucumis Sativus L.) Organik [skripsi]. Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknik Universitas Pasundan. Bandung.

Sutarya R dan Grubben G. 2015. Pedoman Bertanam Sayuran Dataran Rendah. Gadjah Mada University Press (ID). Prosea Indonesia – Balai Penelitian Hortikultura Lembang.

Wahyu Wardiana Dewi. 2016. Respon Dosis Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.)Varietas Hibrida. Jurnal Viabel Pertanian. Vol. 10(2). Hal. 11-29.

Wira Resmi Firmani Lase. 2016. Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun Jepang (Cucumis Sativus Var Japonese) dengan Pemberian Biochar Kendaga Cangkang Biji Karet dan Berbagai Pupuk Hayati [skripsi]. Fakultas Pertanian Universitas Medan Area. Medan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini