Laporan praktikum tanaman timun
LAPORAN LENGKAP PRAKTEK INTEGRASI TANAMAN TIMUN (Cucumis Sativus)
KELOMPOK 15
PROGRAM STUDI
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
TADULAKO
PALU
2020
LAPORAN LENGKAP PRAKTEK INTEGRASI TANAMAN TIMUN (Cucumis Sativus)
Disusun sebagai Salah Satu Syarat untuk
Menyelesaikan Matakuliah
di
Fakultas Pertanian Universitas Tadulako
Oleh
Taufiqqurrahman
(E28118226)
I’in Apriany
Lalusu (E28118435)
PROGRAM STUDI
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
TADULAKO
PALU
2020
RINGKASAN
Kelompok 15
Laporan Lengkap Praktek Integrasi Tanaman Timun Di Fakultas Pertanian
Universitas Tadulako Palu
Budidaya tanaman adalah suatu proses
menghasilkan bahan pangan dan berbagai produk agroindustri lainnya dengan
memanfaatkan sumberdaya tumbuhan. Yang menjadi objek budidaya tanaman ini
antara lain tanaman hortikultura, tanaman pangan dan tanaman perkebunan.
Timun (Cucumis Sativus) adalah tanaman sayuran yang banyak manfat dan
kegunaannya antara lain sebagai bahan makanan, bahan obat-obatan, dan bahan
kosmetika. Sebagai bahan makanan, timun mengandung zat gizi antara lain kalori,
protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B1,
vitamin B2, vitamin C, serat dan air.
Timun adalah tanaman sayuran buah
semusim tumbuh menjalar, berbentuk semak atau perdu bisa mencapai tinggi 2
meter. Akar berbentuk tunggang dan berair, batang lunak dan berair, daun
berbentuk bulat dengan ujung daun runcing berganda, berbulu halus dan tulang
daun menjari.
Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanamn atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik.
KATA
PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan Rahmat dan Hidayahnya sehingga
penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini dengan judul “Laporan Lengkap Praktek Integrasi
Tanaman Timun’. Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk
menyelsaikan matakuliah Budidaya Tanaman.
Selama Pelaksanaan
praktikum ini penulis banyak mendapat arahan, bimbingan, saran serta dorongan
dari berbagai pihak sehingga pelaksanaan praktikum dan penulisan laporan ini
dapat terseleaikan dengan baik dan benar. Oleh karenanya, dengan kerendahan
hati penyusun ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.
Dr.
Ir. H. Usman Made, MP. Selaku dosen penanggung jawab
praktikum matakuliah Budidaya Tanaman.
2.
Usman
Yulianto, SP. Selaku asisten penanggung jawab
praktikum matakuliah Budidaya Tanaman.
3.
Usman
Yulianto, SP. Selaku asisten pendamping praktikum
matakuliah Budidaya Tanaman.
Akhir kata, semoga Tuhan memberikan imbalan yang setimpal atas
kebaikan dan jasa-jasa mereka, serta tulisan ini mendapat ridha-Nya dan
bermanfaat bagi semua pihak.
Palu, April 2020
Penyusun
DAFTAR
ISI![]()
![]()
![]()
Halaman
HALAMAN SAMPUL.............................................................................. i
HALAMAN JUDUL................................................................................. ii
LEMBAR PENGESAHAN......................................................................
iii
RINGKASAN............................................................................................
iv
KATA PENGANTAR.............................................................................. v
DAFTAR ISI..............................................................................................
vi
DAFTAR TABEL
.............................................................................. viii
DAFTAR LAMPIRAN............................................................................. ix
1.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................. 1
1.2 Tujuan .............................................................................................. 2
1.3
Manfaat ........................................................................................... 2
II.
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan
Teori................................................................................. 3
2.1.1
Klasifikasi dan Botani Tanaman Timun (Cucumis
Sativus).... 3
2.1.2
Syarat Tumbuh Tanaman Timun (Cucumis
Sativus)................ 4
2.1.3 Pupuk dan Pemupukan............................................................ 4
III.
METODE PRAKTIKUM
3.1
Tempat dan Waktu......................................................................... 6
3.2 Alat dan Bahan............................................................................... 6
3.3 Cara Kerja....................................................................................... 6
3.4 Variabel Pengamatan...................................................................... 7
3.4.1 Komponen Tumbuh................................................................ 7
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Komponen
Tumbuh........................................................................... 8
4.1.1 Tinggi Tanaman........................................................................ 8
4.1.1.1 Hasil............................................................................. 8
4.1.1.2 Pembahasan.................................................................. 8
4.1.2 Jumlah Daun................................................................................. 10
4.1.2.1 Hasil.............................................................................
10
4.1.2.2 Pembahasan..................................................................
10
V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan........................................................................................ 12
5.2 Saran.................................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BIODATA PENYUSUN
DAFTAR TABEL
No.
Teks Halaman
1.
Tabel 1.
Pengamatan Tinggi Tanaman................................................. 8
2. Tabel 2. Pengamatan Jumlah Daun....................................................... 10
DAFTAR LAMPIRAN
No.
Teks Halaman
1. Dokumentasi Praktek Lapangan......................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Tanaman mentimun (Cucumis Sativus) termasuk dalam tanaman merambat
yang merupakan salah satu jenis tanaman sayuran dari keluarga Cucurbitaceae. Pembudidayaan mentimun
meluas ke seluruh dunia, baikdi daerah beriklim panas (tropis) maupun sedang
(sub-tropis). Di Indonesia tanaman mentimun banyak ditanam di dataran rendah.
Prospek budidaya
mentimun (Cucumis Sativus) di
Indonesia sangat baik karena mentimun banyak digemari oleh masyarakat.
Permintaan terhadap komoditas ini dalam jumlah besar dan berkesinambungan. Kebutuhan
buah mentimun ini akan meningkat terus sejalan dengan kenaikan jumlah penduduk,
kenaikan taraf hidup masyarakat, tingkat pendidikan masyarakat dan semakin
tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya nilai gizi.
Mentimun
merupakan salah satu jenis sayuran buah yang sangat potensial dikembangkan
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat pada tahun-tahun
mendatang. Dengan melihat potensi pada buah mentimun, maka pengembangan
mentimun memiliki peluang bisnis yang sangat cerah. Kuatnya pasaran mentimun
juga dapat dilihat dari pertumbuhan dan perkembangan perusahaan industri
pengolahan mentimun menjadi berbagai bentuk produk olahan, misalnya acar,
asinan, jus dan lain-lain.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dilaksanakan praktikum
ini adalah untuk mengetahui teknik pembudidayaan tanaman mentimun, secara
tepat, baik, dan benar, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan tanaman mentimun.
1.3 Manfaat
Adapun manfaat yang telah diperoleh melalui praktikum ini adalah dapat mengetahui teknik pembudidayaan tanaman mentimun, secara tepat, baik, dan benar, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman mentimun.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan
Teori
2.1.1 Klasifikasi dan Botani Tanaman Timun (Cucumis Sativus)
Tanaman
timun jika di klasifikasikan yaitu berada pada divisi spermatophyta (tanaman
berbiji), sub divisi angiospermae (biji berada di dalam buah), kelas
dycotyledonae, ordo cucurbitales, famili cucurbitaeae, genus cucumis, spesies
cucumis sativus (Ovi R., 2016).
Tanaman
mentimun berakar tunggang. Akar tunggalnya tumbuh lurus ke dalam tanah sampai
kedalaman sekitar 20 cm. Tanaman mentimun dapat di tanam di daratan rendah
sampai tinggi. Mentimun termasuk tanaman semusim (annual) yang bersifat
menjalar atau memanjat dengan perantaran pemegang yang berbentuk pilin spiral.
Batangnya basah serta berbuku-buku. Tinggi tanaman mentimun dapat mencapai 50
cm – 250 cm, bercabang dan yang tumbuh di sisi tangkai daun. Buah berbentuk
bulat panjang berwarna hijau gelap, tidak berongga dan sedikit berduri ±
Panjang buah 24,5−30 cm dan diameter buah 4 cm (Wira R. F. L., 2016).
2.1.2 Syarat Tumbuh Tanaman Timun (Cucumis Sativus)
Tanaman mentimun mempunyai daya
adaptasi cukup luas terhadap lingkungan tumbuhnya. Di Indonesia mentimun dapat
di tanam di dataran rendah dan daratan tinggi yaitu sampai ketinggian 1000 meter
diatas permukaan laut. Di daerah tropika
seperti di Indonesia keadaan suhu udara di tentukan oleh tinggi permukaan laut.
Cahaya merupakan faktor yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman mentimun,
karena penyerapan unsur hara akan berlangsung dengan optimal jika pencahayaan
berlangsung antara 8 jam – 12 jam/hari. Kelembaban relatif udara yang di
butuhkan tanaman mentimun jepang untuk pertumbuhan antara 50 – 85 %, sementara
curah hujan optimal yang diinginkan tanaman ini antara 200 – 400 mm/bulan.
Curah hujan yang terlalu tinggi tidak baik untuk pertumbuhan tanaman mentimun
jepang, terlebih pada saat mulai berbunga karena curah hujan yang tinggi akan
banyak menggugurkan bunga, jarak tanaman 30 cm x 30 cm (Wira R. F. L., 2016).
2.1.3 Pupuk dan Pemupukan
BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Tempat
dan Waktu
Praktikum
Budidaya Tanaman Tentang Budidaya Tanaman Timun dilaksanakan di Kebun Akademik
Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu. Pada tanggal 15 Februari 2020
sampai 02 Mei 2020 pukul 07:00 WITA sampai dengan selesai.
3.2 Alat
dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam
praktikum ini adalah pacul, kayu, tali rafia, meteran, tiang ajir (bambu), dan
tangki semprot. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah benih tanaman
timun, pupuk kandang ayam, pupuk NPK, dan air.
3.3 Cara
Kerja
Pertama-tama
siapkan alat-alat yang akan digunakan untuk melakukan sanitasi yaitu pacul.
Sanitasi dilakukan untuk membersihkan gulma dan segala bentuk sesuatu yang
nantinya akan mengganggu proses budidaya. Setelah lahan telah bersih dari gulma
hal selanjutnya yang dilakukan adalah membentuk bedengan dengan ukuran 2x3
meter.
Setelah 10 HST, berikan ajir (bambu)
dengan cara menancapkan di tanah samping tanaman (jangan terlalu dekat), hal
ini bertujuan untuk membantu tanaman tumbuh (merambat) keatas. Jika keadaan
tanah kering, lakukanlah penyiraman sekaligus memperhatikan gulma bagian
bedengan dengan cara mencabutnya khususnya sekitar pohon tanaman. Pada umur 21 HST
lakukanlah pengamatan dengan cara mengukur tinggi tanaman, dan jumlah daun.
Selanjutnya hal yang sama dilakukan pada 28 HST dan 35 HST. Pada saat panen ( +
70 HST), lakukan pengamatan dengan cara menghitung atau menimbang jumlah berat
segarnya.
3.4 Variabel
Pengamatan
3.4.1 Komponen Tumbuh
Dalam praktikum kali ini ada variabel pengamatan yang harus diamati yaitu komponen tumbuh tanaman khususnya tanaman timun yaitu pada pertumbuhan dan perkembangannya dengan cara mengukur tinggi tanaman dan jumlah helai daun pada tanaman yang pengamatan awal dimulai pada 21 HST, selanjutnya 28 HST dan 35 HST.
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Komponen
Tumbuh
4.1.1 Tinggi Tanaman
4.1.1.1 Hasil
Adapun hasil dari praktik integrasi
tanaman timun adalah sebagai berikut :
Tabel
1. Hasil Pengamatan Tinggi Tanaman Timun
|
No. |
Perlakuan |
Ulangan |
Rata-rata |
||
|
I |
II |
III |
|||
|
1. |
11 |
21,83 |
37,5 |
53,5 |
37,6 |
|
2. |
12 |
32,2 |
76,5 |
99,5 |
69,4 |
|
3. |
13 |
28 |
69 |
91,67 |
62,9 |
|
4. |
14 |
17,33 |
40,33 |
40,83 |
32,8 |
|
5. |
15 |
12,73 |
38,22 |
42,5 |
31,2 |
|
6. |
16 |
35 |
81 |
139,66 |
85,2 |
|
7. |
17 |
31,16 |
70,83 |
111,33 |
71,1 |
|
8. |
18 |
48,5 |
94,5 |
152,83 |
98,6 |
|
9. |
19 |
49,66 |
105,83 |
165,5 |
107,0 |
|
10. |
20 |
41 |
85,5 |
106,8 |
77,8 |
|
11. |
21 |
35,66 |
88 |
127,66 |
83,8 |
|
12. |
22 |
12,33 |
34,66 |
72,66 |
39,9 |
|
13. |
23 |
19,33 |
41,5 |
|
30,4 |
|
Rata-rata |
|
|
|
63,7 |
|
4.1.1.2 Pembahasan
Hal
tersebut sesuai dengan penelitian Wahyu W. D., (2016), bahwa Kalium berperan
sebagai aktivator berbagai enzim yang esensial dalam reaksi – reaksi fotosintesis
dan respirasi serta enzim yang terlibat dalam sintesis protein dan pati. Unsur P
yang tinggi yang dapat menyusun aenosin triphosphate (ATP) yang secara langsung
berperan dalam proses penyimpanan dan transfer energi yang terkait dalam proses
metabolism tanaman serta berperan dalam peningkatan komponen hasil.
Peningkatan
bobot tanaman diduga dipengaruhi oleh serapan hara N, P, K, dimana serapan hara
tersebut mempengaruhi proses fotosintesis sehingga tanaman mentimun memiliki
batang, daun, dan cabang yang kokoh. Semakin tinggi serapan hara N, P, K, maka
akan semakin tingi pula bobot tanaman mentimun. Hal ini diduga karena adanya
hubungan eret antar kadar N, P, K, dengan bobot tanaman timun (Agung A, W., dkk., 2015).
4.1.2 Jumlah Daun
4.1.2.1 Hasil
Adapun hasil dari praktik integrasi
tanaman timun adalah sebagai berikut :
Tabel
2. Hasil Pengamatan Jumlah Daun Tanaman Timun
|
No. |
Perlakuan |
Ulangan |
Rata-rata |
||
|
I |
II |
III |
|||
|
1. |
11 |
7 |
9 |
23,3 |
13,1 |
|
2. |
12 |
7,3 |
15,2 |
34,5 |
19 |
|
3. |
13 |
6,5 |
14,67 |
31,5 |
17,6 |
|
4. |
14 |
6,33 |
10,83 |
12 |
9,7 |
|
5. |
15 |
6,83 |
14,17 |
12 |
11 |
|
6. |
16 |
9 |
22,83 |
53,33 |
28,4 |
|
7. |
17 |
7,33 |
14,83 |
35,33 |
19,2 |
|
8. |
18 |
9,16 |
24,66 |
57 |
30,3 |
|
9. |
19 |
9,83 |
60,83 |
60,83 |
43,8 |
|
10. |
20 |
8,6 |
20,5 |
41,8 |
23,6 |
|
11. |
21 |
8,66 |
23,5 |
53,66 |
28,6 |
|
12. |
22 |
6,16 |
13,33 |
24,5 |
14,7 |
|
13. |
23 |
7,33 |
8,5 |
|
7,9 |
|
Rata-rata |
|
|
|
20,5 |
|
4.1.2.2 Pembahasan
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan maka diperoleh hasil rata-rata tertinggi berdasarkan 3x ulangan dari perlakuan 19, sementara rata-rata terendah diperoleh melalui perlakuan 23. Pada kolom yang berwarna merah sengaja dikosongkan karena pada perlakuan 23 tidak dilakukan ulangan atau pengamatan yang ke 3. Hal tersebut merupakan suatu kesalahan yang secara tidak sengaja dilakukan karena situasi dan kondisi. Perbandingan rata-rata antara perlakuan yang satu dan perlakuan lainnya ada yang sangat berbeda jauh, hal ini karena teknik maupun orang pembudidaya tanaman tersebut pada saat proses perawatan tanaman yang berbeda-beda, kemudian ditemukan pula gangguan maupun kerusakan pada tanaman hingga kematian yang salah satu penyebabnya adalah pemberian pupuk yang jarak antara letak pupuk dengan tanaman itu sendiri yang terlalu dekat. Jumlah daun pada tanaman dapat dipengaruhi oleh pupuk khususnya unsur N.
Hal
yang sama juga dikemukakan dalam penelitian Wahyu W. D., (2016), bahwa unsur N
yang dapat mendorong pertumbuhan organ – organ yang berkaitan dengan
fotosintesis yaitu daun.
Pemberian pupuk NPK memilki rata-rata tinggi tanaman yang lebih besar dan berbeda nyata dengan perlakuan yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian pupuk N, P dan K membantu tanaman dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatifnya (Ida Setya W, A., 2017).
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah
diperoleh maka dapat di tarik kesimpulan bahwa :
1.
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman
timun rata-rata tumbuh dengan baik dilahan praktik integrasi.
2.
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman
timun sebagian besar dipengaruhi oleh pemberian pupuk khususnya unsur N, P, dan
K.
3.
Pupuk unsur N sebagian besar
mempengaruhi pembentukan daun pada tanaman, sementara unsur P dan unsur K
berpengaruh pada pertambahan tinggi tanaman dan memperkokoh batang serta
ranting tanaman.
5.2 Saran
Agar praktikum selanjutnya menjadi lebih baik maka sebaiknya pada saat proses pembudidayaan tanaman untuk lebih memperhatikan ataupun merawat tanaman, baik dalam hal pemupukan maupun hal lainnya, lebih khususnya lagi memperkirakan jarak yang ideal antara letak pemberian pupuk dengan tanaman itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Aresta
Ginting, Retni Mardu Hartati, Sri Manu Rochmiyati. 2018. Pengaruh Berbagai Jenis Media Tanam dan Dosis Pupuk P Terhadap
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Timun. JURNAL AGROMAST. Vol : 3(2).
Agung
Ade Wijaya, Jamalam Lumbanraja, Yohanes C. Ginting. 2015. Uji Efektivitas Pupuk Organonitrofos dan Kombinasinya Dengan Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan, Serapan
Hara dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Pada Musim Tanam
Kedua Di Tanah Ultisol Gedung Meneng. Jurnal Agrotek Tropika. Vol. 3(3). Hal. 409-421.
Ernawati,
R., I. D. Hasanah dan Agusni. 2015. Pengaruh pemberian pupuk NPK multiorganik
pada tiga kultivar cabai merah. Prosiding Konggres Nasional HITI VII. Himpunan
Ilmu Tanah Indonesia. 793-800.
Hakim,
N., M. Y. Nyakpa, A. M. Lubis, Sutopo, G. N., M. R. Saul, M. A. Diha, G. B.
Hong dan H. Bailey. 2016. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung. Bandar
Lampung.
Ida
Setya Wahyu Atmaja. 2017. Pengaruh Uji
Minus One Test Pada Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Mentimun. Jurnal Logika.
Vol. 19(1).
Ovi
Rukmana. 2016. Pengaruh Berbagai Suhu Penyimpanan dan Jenis Kemasan Terhadap
Karakteristik Mentimun (Cucumis Sativus L.) Organik [skripsi]. Program Studi
Teknologi Pangan Fakultas Teknik Universitas Pasundan. Bandung.
Sutarya
R dan Grubben G. 2015. Pedoman Bertanam Sayuran Dataran Rendah. Gadjah Mada
University Press (ID). Prosea Indonesia – Balai Penelitian Hortikultura
Lembang.
Wahyu
Wardiana Dewi. 2016. Respon Dosis Pupuk
Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis
sativus L.)Varietas Hibrida. Jurnal Viabel Pertanian. Vol. 10(2). Hal.
11-29.
Wira
Resmi Firmani Lase. 2016. Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun
Jepang (Cucumis Sativus Var Japonese) dengan Pemberian Biochar Kendaga Cangkang
Biji Karet dan Berbagai Pupuk Hayati [skripsi]. Fakultas Pertanian Universitas
Medan Area. Medan.
Komentar